Tampilkan postingan dengan label Kumpulan PUISI. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Kumpulan PUISI. Tampilkan semua postingan

Rabu, 16 Mei 2012

SI AMBON TEMAN BAIKKU (puisi)



Temanku Joni berasal dari Ambon
Ia baik dan pintar
Tidak sombong, periang, dan tidak keras kepala
Walau kami berbeda agama
Tetapi, kami selalu bertoleransi
Apabila aku sholat, ia tidak menggangguku
Dan apabila ia ke gereja,
Aku pun tak mengganggunya

        Kita saling membantu
Dan saling bekerja sama
        Dengan siapa pun
        Andai saja teman-temanku
Di Aceh, Ambon, Irian atau mana pun
Seperti aku dan Joni
Mungkin tidak akan ada pertengkaran
Selalu damai dan sejahtera

Novan Anugerah SDN Simagalih 01
Ciomas Taman Sari Bogor

PENGEMIS TUA (puisi)



Pikirannya t’lah pikun
Matanya rabun
Jalan meraba-raba
Dengan tongkatnya

Pengemis tua
Di mana rumahmu?
Di bawah jembatan

Pengemis tua
Di mana anak bini
Dan cucu tercinta?
“mereka tiada padaku
Sendiri tubuh ini
Begitu nasibku
Mengembara terlunta
Di dunia fana”

Karya : Suyono H.R.,
Dari Dendang Kutilang

INDONESIA (puisi)



Negara yang indah dan permai
Negeri yang aman dan tenteram
Kini telah banyak berubah

      Kerusuhan di mana-mana
      Teror memenuhi telinga kita
      Membuat orang diliputi ketakutan

Wahai para warga Indonesia
Marilah kita bersama-sama
Menjaga keamanan dan ketenteraman
Negeri kita tercinta
Indonesia


karya : Ayunda Rakhmani Khoirunnisa Kompas Anak
 

IBUKU (puisi)



Ibuku,
Jika kau tidak ada, aku juga tidak ada
Engkaulah yang telah membimbingku
Engkaulah yang telah melahirkanku, dan kakak-kakakku
Kaulah yang telah menyekolahkanku, dari play group sampai SD

Ibuku, kalau aku sudah besar, apakah kau masih hidup
Aku tidak ingin engkau meninggal, oh ibuku
Ibu, kau adalah terhebat bagiku

Ibuku,
Kaulah yang telah memberi makan dan minuman
Bagiku, engkau nomor Satu
Kau yang banyak berprestasi di keluargaku
Oh ibuku, kau adalah surgaku
Surga itu ada di telapak kaki Ibu
Jika tidak ada kau, sepi hatiku

Dikutip dari puisi Zana Ars Zuhudy 1
Dalam Solopos Minggu, 3 Oktober 2004, hal. 11

GURU (puisi)



Guru,
Kau mengajariku berbagai hal
Kau mengajariku dari kecil hingga besar
Kau tak pernah meminta imbalan
Kau pahlawan tanpa tanda jasa

Aku sadar, aku sering menyusahkanmu
Aku sadar, kau lelah dan letih mengajariku
Aku  tahu, kau tak pernah putus asa
Aku  tahu, kau mengajariku tanpa pamrih

Guru,
Aku minta maaf karena selalu menyusahkanmu
Aku minta maaf karena selalu merepotkanmu
Aku minta maaf kalau tak selalu menuruti perintahmu
Aku akan mengingatmu sampai akhir hayatku

Puisi karya Andhika Parastya,
Siswa kelas V SD Mutiara Indonesia
Dikutip dari Kompas Anak, Minggu 12 September 2004